Selasa, 24 Maret 2009

pia gen di ganda



Pia Tinggalkan Tunggal Gen di Ganda

Sepulangnya dari turnamen Super Series All England dan Swiss, Pia Zebadiah membuat keputusan penting dalam kariernya. Tunggal ketiga di tim Piala Uber 2008 ini memutuskan untuk mengakhiri karier di nomor tunggal dan memilih pindah ke ganda campuran.
Pia Zebadiah, ganda lebih berprospek. (Foto: Erly Bahtiar/BOLA)"Tahun lalu sebetulnya saya sudah mulai berpikir untuk mengambil keputusan ini, tapi beberapa orang, salah satunya uda, menyarankan saya untuk menunggu dulu," ucap Pia (20). Uda yang dimaksud Pia adalah Markis Kido, kakak tertuanya yang ada di Pelatnas Cipayung. Bisa dibilang gen Pia adalah gen pemain ganda. Selain Kido, kakak Pia yang lain, Bona Septano, juga bermain di ganda putra. Sebelum menekuni nomor tunggal, Pia memang bermain di nomor ganda. "Pia juga punya potensi di nomor mix, apalagi jika dipasangkan dengan pemain yang bagus," tutur Richard Mainaky. Kini Pia dipasangkan dengan Fran Kurniawan. Pasangan Fran selama ini, Shendy Puspa, dikonsentrasikan main di ganda putri bersama Meiliana Jauhari. "Sudah sejak awal masuk pelatnas di sekitar 2006 saya diajak main di ganda campuran oleh Kak Richard. Setelah hasil yang tak memuaskan di turnamen terakhir saya sudah bulat memutuskan untuk pindah saat ditawari lagi," sebut Pia. "Memang lebih baik pindah jika merasa sulit untuk berkembang lagi. Belum terlambat karena usia Pia juga masih muda," ujar Kabid Binpres PBSI, Lius Pongoh. Contoh pemain yang justru lebih sukses ketika memutuskan bermain di nomor ganda adalah Kido dan Lilyana Natsir. Kido kini berpasangan dengan Hendra Setiawan, sedangkan Lilyana bermain dengan Nova Widianto

pemain dan dunia maya



Pemain dan Dunia Maya Pertemanan hingga Bisnis

Perangkat gadget dan aktivitas di dunia maya saat ini juga menjalar ke sebagian besar anggota pelatnas PBSI. Umumnya penghuni pelatnas Cipayung berurusan dengan gadget macam laptop atau ponsel cerdas macam Blackberry (BB) karena kebutuhan untuk berkomunikasi dengan keluarga atau orang-orang dekat. Jika sedang berada di luar negeri saat mengikuti turnamen, mereka menyiasati mahalnya biaya dengan cara berkirim e-mail, chatting lewat laptop atau BB, yang sudah dilengkapi fasilitas Yahoo Messenger (YM), dan chatting lewat situs Facebook. "Bisa tekor kalau mau lewat telepon biasa atau terus-terusan berkirim SMS. Saya pakai YM atau BB saat chat untuk menghemat. Biasanya untuk berkomunikasi dengan istri. E-mail hanya dibuka sesekali untuk keperluan bisnis," kata Nova Widianto, pemain ganda campuran. Saat ini yang paling ngetren di kalangan pemain adalah penggunaan BB yang dibarengi dengan booming situs jejaring sosial Facebook (FB). "Saya juga pakai BB untuk memudahkan komunikasi meski belum terlalu lancar memakainya. Ini juga pacar saya yang mengajari," tutur pemain tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro, beberapa waktu lalu. FB belakangan ini dipakai oleh sejumlah pemain untuk berbagai keperluan. Termasuk interaksi dengan penggemar. "Awalnya saya tertarik karena memudahkan komunikasi jika sedang berada di luar negeri. Di situs FB saya juga bisa berkomunikasi dengan teman-teman dan penggemar. Sama seperti orang lain, saya bisa bertemu dengan teman lama di FB," kata Pia Zebadiah, yang mengaku mulai memiliki akun di FB sejak setahun belakangan. Pemain ganda putri Greysia Polii termasuk yang rajin meng-update halaman FB miliknya. "Tiap hari saya membuka FB dan memperbarui status. Yang pasti, kegunaan situs ini adalah untuk saling tetap kontak dengan kerabat,” tutur Grace, sapaan akrabnya.

Risiko Ngetop Hanya

Status sebagai figur publik terkadang cukup merepotkan. "Kalau mau di-approve semua bisa-bisa telepon jarang berhenti berbunyi. Kalau orang-orang yang tak saya kenal lebih sering saya diamkan," kata Nova. "Permintaan untuk menjadi teman di situs FB amat banyak. Belum semua saya aprrove," kata Markis Kido, pemain nomor ganda putra. "Orang yang tidak saya kenal justru lebih sedikit dibanding yang saya kenal dalam daftar teman yang ada sekarang," tambah Devin Lahardi, pemain ganda campuran. Itu belum termasuk komentar yang mengganggu. “Kalau saya menanggapi hal itu dengan tenang, malah sering saya menambahkan komentar lagi. Saya tak terlalu ambil pusing," ucap Pia. Lain lagi dengan cara Grace. “Saya sudah menemukan solusi untuk hal itu. Membuat akun saya dalam bentuk privat,” tutur Grace, yang pernah memiliki akun serupa di situs seperti Friendster dan Hi5.

Soal Biaya Tak Murah Lagi

Pemakaian gadget berupa laptop dan Blackberry dengan segala fiturnya oleh para pemain biasanya bertujuan untuk menghemat dana ketika harus berkomunikasi saat berada di luar negeri. Namun, sekarang mereka juga harus pandai menyiasati karena belakangan tarif yang ditawarkan tak murah lagi. "Biasanya cuma Yahoo Messenger yang terus menyala. E-mail hanya dibuka sesekali untuk urusan bisnis. Kalau kebanyakan membuka e-mail, hitungannya kilobyte, bayar juga bisa mahal," kata Nova Widianto. "Awal tahun lalu buka YM dan chat pakai Blackberry dari luar negeri masih bisa gratis. Tapi, sekarang sudah tidak lagi. Teman saya harus bayar rekening sampai Rp. 9 juta karena belum tahu," cerita Alvent Yulianto, eks skuad pelatnas Cipayung. Lantaran cerita ini Rian Sukmawan juga tak berani sembarangan mengaktifkan Blackberry-nya ketika berada di Eropa selama turnamen Super Series All England-Swiss. "Daripada tekor lebih baik dimatikan. Chat via YM atau aktivitas browsing internet baru dilakukan jika ada hotspot gratis. Sekarang saja masih belum tahu tagihan selama ke Eropa," kata Rian, pemain ganda putra.

Ponsel Sudah Cukup

Tak semua atlet penghuni pelatnas PBSI di Cipayung tertarik untuk memakai gadget macam laptop dan Blackberry. Selain itu, aktifitas macam chatting dan menjelajahi bermacam situs juga tak terlalu digemari oleh sejumlah atlet. "Saya punya laptop. Langganan internet. Tapi, tak ikut main Facebook atau chatting. Tak pernah tertarik," kata Fran Kurniawan, pasangan Pia Zebadiah di nomor ganda campuran. "Internet saya pakai buat browsing kalau sedang ada turnamen saja. Itu juga tak terlalu sering," lanjut Fran, yang juga mengaku tak memiliki perangkat Blackberry. Hal yang sama juga dilakukan tunggal putra Simon Santoso. "Saya lebih sering browsing untuk membaca berita terkini daripada chatting atau main FB. Belum berniat juga untuk membuat akun di FB," ujar Simon. Alasan yang membuat atlet tak menjamah dunia maya adalah rasa malas dan enggan direpotkan oleh perangkat gadget. "Telepon seluler saja sudah cukup. Saya malas repot. Kalau ke luar negeri, cukup komunikasi lewat SMS," sebut Hendra Setiawan, pasangan ganda Markis Kido. "Saya juga masih memakai ponsel biasa dan tak pakai Blackberry. Kalau mau kontak lewat SMS saja. Pertanyaannya yang panjang. Nanti saya juga akan jawab dengan panjang," ucap Tommy Sugiarto, pemain tunggal putra. Cerita Fernando Kurniawan lain lagi. Edo, sapaan Fernando, termasuk pemain yang melek gadget. Hanya Edo belum memiliki perangkat Blackberry. "Tipe yang saya incar harganya masih mahal. Untuk sementara pakai laptop dulu," aku Edo. Yang unik, ada pemain yang tak akrab dengan internet justru memiliki akun di situs Facebook. Hal ini dialami oleh Lilyana Natsir. "Bukan saya yang membuat. Tak tahu siapa yang membuatkan. Saya belum berniat membuat sendiri karena malas," ungkap Butet, sapaan akrab Lilyana. "Sekarang saya lebih suka berkumpul dan bertemu dengan teman-teman di dunia nyata," lanjut Butet. Hal yang sama juga dialami pengurus dan pelatih. "Sudah beberapa orang bilang ke saya untuk membuat akun di Facebook, sementara e-mail saja sudah cukup untuk urusan pekerjaan," kata Lius Pongoh, Kabid Binpres PBSI. "Jika sedang berada di luar negeri saya sadar e-mail adalah hal yang penting. Tapi, ketika sudah pulang, tetap saja saya tak juga membuat akun untuk e-mail," kata Marlev Mainaky, pelatih tunggal putri.

pia mantap di ganda


Pia Mantap Jadi Pemain Ganda
Pia Zebadiah Bernadet pindah ke lain hati. Adik kandung pebulutangkis Markis Kido ini tak lagi fokus ke nomor tunggal. Dia akan menekuni kariernya sebagai pemain ganda. Teman dekat Tommy Su­giarto ini sebelumnya ada­lah andalan Indonesia di sekt­or tunggal putri di luar Ma­ria Kristin, Fransisca Rat­na­sari, dan Adriyanti Firdasari. Ke­pas­tian hengkangnya Pia dari tunggal ke ganda diakui oleh Mar­leve Mainaky, yang selama ini menjadi pelatih tunggal putri. Pia akan berkonsentrasi di nomor ganda campuran meski ada kemungkinan bermain rangkap di ganda putri. ”Pia sudah pasti pindah ke ganda,” kata Marleve di Ja­kar­ta, kemarin. Menurut Marleve, pilihan Pia akan berdampak bagi ka­rier jangka panjangnya di dunia bulutangkis. Pemain ini sem­pat menyatakan mundur dari Pelatnas Cipayung karena masalah kontrak. ”Kami sudah berunding. Untuk prospek yang lebih tinggi, lebih baik dia bermain di ganda putri dan ganda campuran. Untuk tunggal putri, se­cara keseluruhan sudah berat,” kata Marleve, yang mantan pemain tunggal putra pelatnas.
Tinggal MariaHilangnya Pia dari sektor tunggal putri menyisakan hanya Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari yang berpengalaman dalam kejuaraan beregu, seperti Piala Uber dan Su­dirman. Karena itu, menurut Marleve, kemungkinan dua pemain tersebut yang akan masuk tim Indonesia pada Piala Sudirman, Mei mendatang. ”Untuk Sudirman, hanya di­perlukan satu orang. Ya, paling Maria, cadangannya Firda,” paparnya.Pelatih ganda putri Aryono Miranat menegaskan, Pia akan dimatangkan dulu di ganda campuran. Jika di ganda campuran sudah berjalan dengan baik, kemungkinan Pia akan dijajal bermain di ganda putri, berpasangan dengan pemain putri ganda campuran lainnya. ”Kuota ganda putri sudah pe­nuh. Mau dipasangkan dengan siapa lagi? Tetapi nanti mung­kin bisa dicoba dengan pemain ganda campuran lain, bisa dengan Debby Susanto atau pemain baru lainnya,” papar Aryono. Di ganda campuran, Pia akan mengawali langkahnya de­ngan berpasangan dengan Frans Kurniawan. Mereka akan dicoba pada turnamen ­Viet­nam International Chal­lenge di Hanoi pada 21-26 April depan. (D3-40)

sony mau nikah

Sony Dwi Kuncoro Semakin Dekat Menuju Pelaminan

Predikat sebagai pebulutangkis pria nomor satu Indonesia membuat nama dan wajah Sony Dwi Kuncoro dikenal publik. Bahkan, tak sedikit hamu hawa yang mengidolakan Sony. Prestasi selangit, pembawaan kalem, dan yang penting, bertampang rupawan, menjadi daya tarik tersendiri bagi pada wanita. Namun, para fans pemain peringkat kelima dunia itu harus siap-siap gigit jari. Sebab, sebentar lagi, Sony bakal melepas masa lajangnya. Pebulutangkis kelahiran Surabaya, 7 Juli 1984, itu kini sudah bertunangan dengan gadis ayu bernama Gading Safitri. ''Rencananya, Juli nanti saya marrieda,'' ungkap juara tunggal pria China Master 2008 itu.Meski begitu, Sony masih bungkam terkait hari H pernikahannya. ''Nanti saja kalu sudah dekat, pasti teman-teman (wartawan) saya kasih tahu,'' katanya. Dia hanya bilang, pernikahan itu akan dilangsungkan di Surabaya. Sebab, calon istrinya juga Arek Suroboyo. Sony bertunangan dengan Gading usai Lebaran lalu. Nah, Sony merasa tahun ini adalah saat yang pas untuk mengakhiri kesendiriannya. Apalagi, hubungan mereka sudah lumayan lama. ''Saya pacaran sama Gading sudah enam tahun. Jadi, memang sekarang waktunya untuk jadi suaminya,'' ucap Sony mantap. Anehnya, Sony tak begitu paham mengenai detail pernikahan yang akan dilakoninya. Semua hal yang terkait prosesi pernikahan Sony sudah dibereskan oleh pihak keluarga. ''Yang jelas, semua sudah beres, gedung sudah di-booking, katering sudah dipesan. Saya tinggal datang saja,'' kata Sony. ''Saya berharap, semuanya berjalan lancar,'' tambahnya. Sony mengaku tidak sempat membantu menyiapkan pernikahannya sendiri. Sebab, sebagai pemain nasional, dia mengemban kewajiban negara. Dia lebih banyak berada di Jakarta untuk berlatih dan kemudian mengikuti berbagai turnamen di mancanegara. Meski begitu, Sony tetap menantau perkembangan proses menuju pernikahannya. ''Saya selalu dikasih tahu perkembangannya. Tapi, saya tidak bisa ke Surabaya terus-terusan,'' tuturnya.

Jumat, 20 Maret 2009

latihan



thomas/uber




vita marissa




pia in action


disiplin pratama


Ide menggelar pelatnas pratama di Magelang, tepatnya kompleks Akademi Militer, merupakan salah satu terobosan yang dilakukan PBSI di era kepemimpinan Djoko Santoso. Satu hal yang coba diperbaiki sejak pemain masuk pelatnas pratama adalah kedisiplinan.

"Tanpa ada disiplin, rasanya sulit bisa berprestasi maksimal. Selain itu mereka juga akan ditanamkan nilai-nilai bela negara. Kalau soal teknik kita serahkan ke pelatih yang ditunjuk PBSI," sebut Mayjen TNI Sabar Yudho Saroso, Gubernur Akmil yang juga Wakil Ketua Umum I PBSI.

Pekan lalu, seleknas untuk mencari pemain pratama sudah selesai. Setelah menjalani tes kesehatan dan psikologi, sementara menunggu hasil tes, mereka dipulangkan dulu ke klub. Selain juara di lima nomor, sekitar 26 pemain yang dibutuhkan akan diambil berdasarkan penilaian tim pemandu bakat. Jika berjalan sesuai rencana, Ary Trisnanto dkk. bakal mulai berlatih di Magelang mulai awal April. (win)

JUARA SELEKNAS
-------------------------------------
Tunggal putra: Ary Trisnanto (Tangkas Alfamart)
Tunggal putri: Tieke Arieda (Suryanaga GG Surabaya)
Ganda putra: Albert Saputra/Rizki Yanu (Djarum Kudus)
Ganda putri: Ayu Rahmasari/Dwi Agustiawati (Mutiara Bandung)
Ganda campuran: Hendro Mulyono/Luluk Maria Ulfa (Djarum Kudus)

malaysia berani bidik piala sudirman




















Malaysia Berani Bidik Sudirman

Hanya dengan satu kemenangan atas Lin Dan di final Swiss Super Series, Minggu (16/3), pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei, seperti sudah melepaskan sebuah beban berat di pundaknya. “Gelar ini sebuah pembuktian,” kata Lee.

Pembuktian yang dikatakan pemain berusia 27 tahun ini maksudnya adalah Lin bukan pemain tak terkalahkan. Dalam tiga partai terakhir di antara dua pemain terbaik dunia itu, final Olimpiade Beijing, SS Cina Open, serta All England, Lee selalu takluk. Tak heran, meskipun berada di posisi nomor wahid dunia, gelar pemain terbaik sejati lebih tepat diberikan buat Lin.

“Bukan itu saja, kini tiada lagi beban berat. Saya kini hanya ingin menikmati pertandingan seandainya kami bertemu lagi,” kata Lee lagi.

Secara keseluruhan final di Basel tersebut merupakan kemenangan ke-6 Lee atas Super Dan, dari 18 kali pertemuan mereka. Kemenangan terakhir Lee sebelum ini adalah di semifinal Piala Thomas di Jakarta, tahun lalu.

Tak cuma menang. Lee membuat Lin seperti mati kutu dengan permainan yang lebih menyerang dan mampu unggul dua gim langsung 21-16, 21-16. Lalu, apa rahasia kemenangan Lee?

“Saya mencoba sabar dan melupakan kekalahan pekan lalu di Birmingham. Dengan demikian saya berharap Lin yang berbuat salah,” ucap Lee.

Menurut sang pelatih, Misbun Sidek, kemenangan di Basel membuat kekuatan mental Lee bertambah. “Kini tidak ada lagi yang namanya beban mental. Yang membedakan keduanya hanya masalah taktis dan strategi di lapangan,” ujar Misbun.

Di Basel, Malaysia turut mengoleksi satu gelar lewat ganda putra Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Kini Malaysia mulai berani menatap ajang Piala Sudirman dengan sedikit keyakinan. Turnamen beregu campuran itu bakal digelar di Guangzhou, 10-17 Mei. Pertengahan April, daftar nama-nama pemain yang diturunkan setiap tim sudah harus masuk ke panitia.

Dengan kekuatan yang lebih bertumpu pada tunggal dan ganda putra, Malaysia selama ini memang bukan tim papan atas di kancah Piala Sudirman. Namun, kini keyakinan Malaysia untuk tampil apik dalam ajang dua tahunan ini semakin meningkat. “Saya pribadi punya keyakinan. Karena itulah sejak awal tahun saya sudah meletakkan Piala Sudirman sebagai salah satu target utama tahun ini. Kami punya tunggal dan ganda putra yang seimbang dengan negara-negara kuat lainnya. Ganda campuran kami juga semakin bagus,” ujar Lee.

Kekuatan Malaysia di sektor putri juga tak bisa diremehkan. Di nomor tunggal, Julia Wong serta Wong Mew Choo berada di urutan 14 dan 15 dunia, sedangkan pasangan Wong Pei Tty/Chin Eei Hui berada di urutan pertama dunia.


ket gambar : lee chong wei ma pacarnya tuch ( wong mew choo)

india ggp

Menjelang India Gold Grand Prix
Skuad Ramping Pelatnas

Tak banyak pemain utama pelatnas PBSI yang turun di turnamen India Gold Grand Prix, Hyderabad, 24-29 Maret.

Pemain yang diturunkan sebagian besar adalah mereka yang termasuk dalam pemanggilan tahap dua pelatnas. Hanya nama Maria Kristin dan M. Rijal yang merupa-kan anggota pemanggilan tahap pertama yang berangkat ke India.

Maria dan Rijal tak jadi berangkat ke tur All England- Swiss dengan alasan berbeda. Maria menderita cedera, sedangkan Rijal kehilangan pasangan karena Vita Marissa mengundurkan diri dari pelatnas.

Kali ini Maria dinilai sudah sembuh, sedangkan Rijal kini berpasangan dengan Debby Susanto.

Di nomor tunggal putra, Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya wakil. Dua pemain lain, Nugroho Andi Saputro dan Yoga Pratama, tak berangkat.

"Tommy lebih cocok diturunkan di turnamen level GGP, sedangkan Nugroho dan Yoga mungkin yang levelnya lebih di bawah. Lebih baik main di banyak turnamen yang levelnya belum terlalu tinggi daripada ikut di level tinggi tapi langsung kalah di babak awal," kata Hendrawan, pelatih tunggal putra.

"Maunya sih lewat dari perempat final. Beberapa kali main di turnamen GGP selalu mentok di perempat final," ucap Tommy.

Buat pemain seperti ganda putri Annisa Wahyuni/Anneke Feinya dan Debby/Komala Dewi, ajang sekelas GGP ini adalah pengalaman baru.

"Mungkin ada pertanyaan apakah ajang ini tak terlalu tinggi buat mereka. Tapi, mau tak mau mereka memang harus berangkat. Kalau tidak, kapan lagi bisa dapat kesempatan tanding? Lagipula ajang ini bisa dipakai untuk meng-atrol kemampuan," ucap Aryono Miranat, pelatih ganda putri.

Tanpa Pelatih

Lantaran pemain utama baru pulang dari Eropa, hanya pemain lapis kedua yang berangkat ke India. Skuad pelatnas pun menjadi lebih ramping karena beranggotakan 12 pemain. Mereka tak didampingi pelatih ataupun asisten pelatih. Pasalnya pelatih pun juga baru pulang dari Eropa, sedangkan asisten pelatih, ironisnya, hingga saat ini belum juga dikontrak. Selama di India, pemain akan ditemani Kabid Binpres PBSI, Lius Pongoh.

Meski bukan turnamen super series, pemain top seperti Lee Chong Wei (Malaysia), Taufik Hidayat, atau Pi Hongyan (Prancis) turun di ajang berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. (Erwin Fitriansyah)

PEMAIN INDONESIA KE INDIA GGP
--------------------------------------------------------------
Tunggal putra: Tommy Sugiarto, Taufik Hidayat*
Tunggal putri: Maria Kristin
Ganda putra: Fernando Kurniawan/Lingga Lie, Alvent Yluanto/Hendra Aprida Gunawan*, Afiat Yuris/Wifqi Widarto*
Ganda putri: Annisa Wahyuni/Anneke Feinya, Debby Susanto/Komala Dewi, Jo Novita/Endang Nursugianti*, Vita Marissa/Nadya Melati*
Ganda campuran: M. Rijal/Debby Susanto, Tontowi Achmad/Richi Puspita, Flandy Limpele/Vita Marissa*




Lebih Ramai

Turnamen India GGP bakal diramaikan sejumlah pebulu tangkis eks pelatnas PBSI. Jika dibandingkan dengan SS All England-Swiss, pemain nonpelatnas yang turun akan lebih banyak.

"Di turnamen Gold GP persaingan tak seketat Super Series. Kami tak perlu bertanding melewati babak penyisihan. Kami berharap hasilnya lebih bagus jika tenaga tak terkuras dari penyisihan," ujar Alvent Yulianto, pasangan Hendra Aprida Gunawan di nomor ganda putra.

Untuk memperbanyak peluang, Alvent/Hendra juga turun di nomor ganda campuran. Alvent menggandeng Jo Novita, sedangkan Hendra bersama Endang Nursugianti. Jo dan Endang, yang mantan skuad pelatnas, juga turun di ganda putri. "Hitung-hitung sambil menyelam minum air. Main di dua nomor," ucap Endang.

Turnamen ini juga menjadi ajang bersatunya Flandy Limpele/Vita Marissa. Sebelum kembali bersama, Flandy berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh, dan sempat mencatat hasil terbaik melaju ke semifinal All England.

Tunggal putra Taufik Hidayat juga melanjutkan kiprah sebagai pemain nonpelatnas. Kali ini Taufik, yang sempat mencapai semifinal All England dan perempat final Swiss, menjadi unggulan kedua di India GGP.

Kamis, 19 Maret 2009

kepercayaan diri rian/yonathan drop

















Kegagalan di All England dan Swiss Terbuka belum bisa dilupakan pasangan ganda pria pelatnas Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki. Selalu takluk pada babak pertama menimbulkan trauma tersendiri bagi mereka.

Di All England, mereka disingkirkan pasangan muda Malaysia Abdul Latif Mohd Zakri/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan. Di Swiss Terbuka, hasilnya semakin buruk karena Rian/Yonatan disingkirkan wakil Jepang Kenichi Hayakawa/Kenta Kazuno yang merupakan pasangan kualifikasi.

''Saya sampai tidak bisa tidur selama tiga hari setelah kalah di All England. Hasil itu benar-benar mengecewakan. Saya dan Rian minta untuk diistirahatkan dulu dari super series dan turun di gold grand prix,'' terang Yonathan di Jakarta kemarin (17/3).

Gold grand prix adalah turnamen level kedua setelah super series seperti halnya All England dan Swiss Terbuka. Strategi itu diharapkan Yoke -sapaan karib Yonatan- bisa mengembalikan kepercayaan dirinya nanti menjelang Kejuaraan Asia di Suwon, Korsel pada 7-12 April mendatang.

Di gold grand prix, Yoke belum berani mematok target tinggi. Minimal bisa lolos kedelapan besar akan bisa menambah bekal kekuatan mental. Apalagi, menurut Yoke, poin yang dituai bakal lebih besar jika mencapai perempat final gold grand prix dibandingkan jika gagal di babak pertama level super series.

Lagi pula, dia kalah di Eropa tersebut karena kalah teknik dan fisik. Itu berarti keduanya harus menggeber dua aspek tersebut dalam waktu dekat. Yoke siap melakoni tambahan porsi latihan. ''Kami harus meminta penambahan porsi latihan yang lebih intensif,'' ujarnya. Padahal, selama ini ganda pria menelan porsi latihan paling banyak di antara nomor-nomor lainnya.

Pasangan ganda pria lainnya, Bona Septano/M.Ahsan, juga mengakui penampilan mereka kurang maksimal pada dua super series tersebut. Ahsan mengakui, secara kualitas mereka kalah kelas dibandingkan lawan, baik dari segi pukulan maupun teknik.

Di perempat final All England, Bona/Ahsan dikandaskan Lee Yong Dae/ Baek Choel Shin. Laga itu memang menjadi pertemuan pertama mereka setelah naik ke kelas senior. Namun, pada kelompok junior, mereka sudah sering kali bersua.

Di Swiss mereka dikalahkan Guo Zheng Dong/Chen Xu dari Tiongkok. 'Meski pasangan kualifikasi, mereka sudah sangat senior. Saya tidak mau berasalan kekalahan itu karena cedera Bona. Yang jelas kami harus segera memperbaiki diri,' tegas Ahsan.

Sementara itu, PB PBSI masih terus mengevaluasi kegagalan pasukan Cipayung itu. Diharapkan, PB PBSI akan semakin siap menghadapi Kejuaraan Asia dan Piala Sudirman Mei mendatang di Tiongkok.

kido family

















hanya kido/hendra ke kejuaraan asia













PB PBSI hanya akan mengirim ganda putra nomor satu Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, ke Kejuaraan Asia di Korea, 7-12 April. Pasangan nomor satu dunia tersebut tampil di sana untuk persiapan Piala Sudirman.

"Kami sudah sepakat tak akan mengirim pemain ke Korea (Kejuaraan Asia), karena harus konsentrasi ke persiapan Sudirman," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, Kamis (19/3).

Ada alasan khusus mengapa hanya Kido/Hendra yang dikirim ke turnamen berhadiah 150.000 dollar AS itu. Peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut cukup lama beristirahat sehingga semangat bertanding mereka perlu dibangkitkan lagi sebelum tampil di Piala Sudirman.

Ya, Kido sempat dibekap cedera lutut yang memaksa Hendra juga ikut "menganggur". Alhasil, mereka harus melewati dua kejuaraan bergengsi baru-baru ini, yakni All England dan Swiss Terbuka Super Series.

"Sudah tidak ada turnamen lagi untuk bulan Mei (Piala Sudirman), jadi kami akan kirim mereka ke sana. Jika tidak, nanti mereka sama sekali tidak merasakan suasana bertanding sebelum tampil di Piala Sudirman," jelas Lius.

Bagi pemain tunggal putri Maria Kristin, yang juga batal ke Eropa karena cedera lutut kanan, akan mendapat kesempatan merasakan bertanding di India Terbuka pekan depan.

Sementara itu, pemain-pemain pelatnas lainnya berlatih mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dunia beregu campuran yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei itu.

"Praktis persiapannya hanya tinggal selama April saja," kata Lius yang pekan depan akan memimpin tim Indonesia mengikuti kejuaraan Grand Prix Gold India Terbuka. "Saya bersama 11 pemain berangkat Minggu (22/3) ke India," tambahnya.

Ditanya mengenai kemungkinan mengambil pemain dari luar pelatnas untuk tim Piala Sudirman, Lius mengatakan tidak tertutup kemungkinan.

"Ada beberapa usulan dari pelatih, tetapi masih perlu pemantauan. Pertimbangannya penampilan mereka bagaimana, perlu tidak (mengambil pemain dari luar)," kata Lius yang mengatakan ancaman untuk tim Indonesia tidak hanya datang dari tim China yang mengalahkan Indonesia pada final dua edisi terakhir, tetapi juga dari tim Korea, Malaysia, dan Denmark.

Kamis, 05 Maret 2009

bona cedera saat tanding



Bona Septano mengalami cedera saat bertanding dengan pasangannya, Moh Ahsan, pada babak kedua All England, Kamis (5/3) malam waktu Birmingham, melawan ganda Denmark, Kasper Henriksen/John Skovgaard.
Yang mengagumkan, meski cedera itu terjadi pada game kedua, ganda Merah Putih itu sukses mengalahkan lawannya dengan 12-21, 21-17, 21-14. " Kita masih harus melihat sampai besok pagi (Jumat sore WIB), apakah Bona bisa bermain di perempat final," kata pelatih ganda putra, Sigit Pamungkas, saat ditemui Kamis malam waktu Birmingham, di National Indoor Arena, Birmingham.
Masseur tim Indonesia, Moeljo Soedarmo Soegijat, masih optimis Bona bisa tampil. "Ada cedera lebih parah dari yang dialami Bona, dan si pemain masih bisa terus berlaga sampai final," kata Soegijat.
Bona sendiri, Kamis malam terlihat meringis saat berjalan menggunakan kruk, keluar dari ruang terapi. Kaki kanannya diperban.

vita_butet







foto maria





nie beneran maria yach ????????????

cantik dech!!!!!!!!

my idol











pengalaman baru ganda putera


konsolidasi Ganda Putra Bersatu di Ciater
Wajah-wajah tegang kini tidak ada lagi. Segala persoalanmenyangkut uang kontrak yang sempat mengemuka pekan lalutelah dilupakan. Yang ada sekarang tinggal keceriaan.Itulah yang terlihat jelas dari wajah delapan pemain gandaputra Pelatnas Cipayung.Selama dua hari, Kamis dan Jumat (12-13/2) di kawasanwisata Ciater, Subang, Jawa Barat, mereka melupakansejenak latihan rutin dan meninggalkan raket yang selamaini menyertai mereka pergi. “Kami di sini memang untukrekreasi dan menyatukan kekompakan kembali,” sebut pelatihganda putra, Sigit Pamungkas.Markis Kido dkk. memang menikmati rekreasi tersebut.Segala keretakan dan persoalan lain yang sempat munculketika Kido menyatakan ingin keluar dari pelatnas denganmeninggalkan Hendra Setiawan sudah dibuang jauh-jauh. “Disini kami happy-happy saja,” kata Kido.Setelah sarapan pagi, Kido, Hendra, Rian Sukmawan,Yonathan Suryatama, Bona Septano, M. Ahsan, Lingga Lie,dan Fernando Kurniawan mengikuti permainan menantang danmenguji adrenalin, yaitu arung jeram.Selama arung jeram ini, pemain mendapat pengalaman barudan seru. Mereka saling bekerja sama dan menjalinkekompakan agar perahu tidak sampai terbalik. Setelah itumereka bermain paint ball war game.“Wah, seru banget permainan ini. Kami bisa menembak lawandan sekaligus kena tembak,” ujar Hendra. “Besok-besokacara seperti ini harus sering digelar agar tidak jenuhberlatih terus di Cipayung,” ujar Kido.Ide menggelar acara di luar rutinitas yang digagas Sigitmemang tepat, apalagi di saat kekompakan, kebersamaan, danperasaan saling curiga sempat muncul di antara pemain.“Saya yakin setelah pulang dari Ciater ini kekompakan dankebersamaan anak didik saya akan terjalin lebih baiklagi,” tegas Sigit. (erly)