Jumat, 06 Februari 2009

air mata taufik hidayat

Taufik Hidayat mengaku berat harus meninggalkan pelatnas bulu tangkis Cipayung yang sudah didiaminya sejak 1996. "Semoga kepergian saya membuat situasi lebih baik."

Taufik menyerahkan surat pengunduran diri dari pelatnas Cipayung kepada Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI, Lius Pongoh, pada Kamis (29/1) siang. "Saya langsung berpamitan dengan Mas Lius (Pongoh), dengan Koh Chris (Christian Hadinata), dengan kepala asrama, dan para pelayan di pelatnas Cipayung," kata Taufik.

Setelah itu Taufik langsung pulang. Ia mengaku, perasaannya galau meninggalkan tempat yang pernah menjadi tempatnya berlindung selama 12 tahun. Sejak ia masih pemain junior yang datang dari Bandung hingga di puncak dunia saat meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004. "Ketika meninggalkan bangunan pelatnas saya berusaha menahan rasa sedih saya. Perasaan itu tidak juga hilang setelah saya sampai di rumah," kata taufik.

Taufik mengenang, pelatnas Cipayung tidak lagi bernuansa sekolah, tetapi lebih suasana keluarga yang guyub. "Yang paling saya ingat tentunya bagaimana saya dikerjain para senior saya," kata Taufik.

Cerita Taufik dikerjain seniornya memang bukan hal baru. Taufik muda selalu dihardik dan diledek para seniornya setiap kali "menyentuh" mobil-mobil milik para senior tersebut. "Heh lu enggak bisa beli tuh barang," kata para senior. Potongan kisah ini menimbulkan dendam dan semangat pada Taufik muda. Setelah berprestasi, Taufik membuktikan dirinya dengan membawa mobil jenis Toyota Alphard ke pelatnas Cipayung.

"Bagi saya itu menjadi kenangan yang indah," kata Taufik. Meski begitu, ia juga memiliki beberapa kenangan pahit yang menurut dia juga dirasakan banyak pemain hingga sekarang.

"Saya kira pengurus sekarang yang baru terpilih harus berubah dibandingkan yang lama. Sekarang komunikasi antara pengurus dan pemain harus lebih terbuka," katanya.

Menurut Taufik, apa yang diinginkan dan dipahami oleh pemain sebenarnya sangat jelas. "Pemain tahunya adalah berlatih, bertanding, dan kemudian dievaluasi. Kalau gagal, ia harus siap untuk kehilangan haknya. Namun kalau berhasil, ia boleh menanyakan haknya," katanya. Hal-hal seperti inilah yang menurut Taufik tidak dilakukan oleh para pengurus dan sudah berlangsung bertahun-tahun di Cipayung.

Taufik pun sebenarnya berharap pengurus juga menghargai para mantan pemain yang sudah tidak lagi di pelatnas. Ia tidak berharap akan ada upacara pelepasan pemain seperti yang pernah dirasakan beberapa pemain, seperti Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma. "Tetapi ketika Flandy (Limpele) keluar dari pelatnas, apakah ada acara pelepasan? Kalau pun mau diadakan ya harus dari mereka. Bukan kami dong yang minta," kata Taufik lagi. Untuk pemian sekelas Taufik, upacara semacam ini tentunya layak diadakan.

Meski berkali-kali memuji peran PBSI terhadap perkembangan kariernya, Taufik tidak bisa menutupi bahwa ada masalah antara dirinya dan para pengurus. "Saya kira friksi itu biasa. Di sini kan terdiri dari banyak orang, ada dari Jawa, Sunda, dan lain-lain. Saya hanya berharap semoga kepergian saya membuat situasi menjadi lebih baik."

Sekali lagi, Taufik mencoba hanya mengingat hal-hal yang baik dari Cipayung. Begitu pun ia minta semua orang mengingat hal yang baik tentang dirinya. "Jangan melulu dilihat konflik saya dengan banyak pihak. Tetapi ingatlah saya karena prestasi saya di olimpiade, kejuaraan dunia, dan yang lainnya. Karena itulah saya ingin mundur selagi saya masih di puncak. Saya tidak ingin dikasihani atau dilupakan orang."

Taufik tidak merasakan kedua hal itu ketika melangkah meninggalkan lantai pelatnas Cipayung, Kamis (29/1). Ketika berpamitan kepada para petugas kebersihan atau petugas dapur pelatnas, hampir semuanya terkejut dengan keputusan tersebut.
"Waduuh Kang, nanti siapa yang jadi ketua panitia 17 Agustus di sini...?"
"Siapa nanti yang jadi ketua panitia peringatan Idul Qurban?"
"Siapa nanti yang menggantikan Taufik Hidayat?"

markis kido tinggalkan pelatnas















Juara ganda putra Olimpiade Beijing, Markis Kido, bersama kedua adiknya, pemain ganda putra Bona Septano dan tunggal putri Pia Zebadiah, memutuskan keluar dari pelatnas setelah tidak mencapai kesepakatan kontrak dengan PB PBSI.

"Betul (keluar) karena tidak sepakat mengenai uang kontrak. Awalnya adik-adik saya yang mundur duluan, terus saya juga tidak sepakat, ya sudah keluar semua," ujar Kido yang dihubungi di Jakarta, Jumat malam. Ia tidak menyebutkan secara rinci nilai kontrak yang diharapkan.

Hal senada disampaikan adik Kido, Pia, yang mengaku kecewa dengan sikap PB PBSI. "Saya kecewa pada PBSI mengenai masalah kontrak karena, tidak ada kesepakatan, konsekuensinya keluar (dari pelatnas)," kata Pia yang belum memikirkan langkah selanjutnya.

Sejak Jumat siang hingga petang, PB PBSI melakukan penyelesaian masalah kontrak dengan sejumlah atlet yang sudah dipanggil masuk pelatnas tahap pertama, tetapi belum mencapai kesepakatan. Pembicaraan dilakukan dengan memanggil para pemain satu demi satu atau berdua bersama pasangannya untuk yang ganda, setelah sebelumnya diberi nomor urut.

Selain Kido dan adik-adiknya, ada juga pemain tunggal Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, ganda campuran Nova Widianto dan Liliyana Natsir, Vita Marissa, Hendra Setiawan, dan beberapa pemain senior lainnya.

Beberapa pemain yang sudah mencapai kata sepakat dengan PBSI di antaranya adalah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Hendra Setiawan (pasangan Markis Kido).

Pada 29 Januari lalu, pebulu tangkis tunggal putra juara Olimpiade Athena, Taufik Hidayat, juga menyampaikan surat pengunduran diri dari pelatnas setelah menghuni asrama Cipayung selama 12 tahun.

Meski menyatakan bukan penyebab utama, Taufik memastikan bahwa tidak dipanggilnya pelatih dia, Mulyo Handoyo, masuk pelatnas sebagai salah satu pertimbangannya meninggalkan pelatnas.

Jumat, 09 Januari 2009

lilyana natsir




















Demi bulu tangkis, dia hanya mengecap sekolah dasar.

Di usia 12 dia meninggalkan rumah sebagai pemula. Di usia 21 dia
kembali ke rumah sebagai jutawan. Di usia 12 dia memutuskan
meninggalkan sekolah. Di usia 21 dia salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia--ganda campuran adalah spesialisasinya. Di kancah internasional, Lilyana Natsir menempati peringkat kedua dunia untuk ganda campuran.

Sembilan tahun Lilyana "menukarkan" hidupnya dengan bulu tangkis.
Sembilan tahun bulu tangkis menjadikan dia bintang yang naik-turun podium kehormatan. "Orang tua saya menghargai keputusan saya meninggalkan sekolah. Syaratnya harus serius," ujarnya kepada Tempo.

Gadis asal Manado itu mematuhi syarat orang tuanya, Beno Natsir dan Olly Maramis. Hasilnya? Sepanjang kurun 2000-2001, dia memenangi berbagai kejuaraan di tingkat nasional nomor ganda putri. Dia menjadi finalis Singapura Terbuka pada 2004 dan Swiss Terbuka 2005 serta semifinalis All England 2005.

Bersama pasangannya, Nova Widhianto, Lilyana menjuarai Indonesia
Terbuka 2005, SEA Games 2005, dan Asian Badminton Championship 2006. Tak diunggulkan pada Kejuaraan Dunia di Anaheim, Amerika Serikat, pada 2005, Lilyana-Nova membawa pulang gelar juara.

"Terharu dan bangga bisa ngasih emas buat negara," ujarnya kepada
Tempo. Seusai dia berlaga, Beno dan Olly meneleponnya, menyatakan
betapa bangga keduanya kepada putri kecil mereka.

Saat ke Amerika, dia satu-satunya atlet putri dalam kontingen bulu tangkis Indonesia. Toh, Lilyana tidak jengah. Gadis belia ini amat tomboi dalam penampilan sehari-hari. Rambutnya pendek, dicat merah.
Lemari bajunya dipenuhi kaus dan jins. Harum parfum Calvin Klein yang masih menunjukkan identitas kewanitaannya.

Lahir di Manado, Sulawesi Utara, Lilyana datang dari keluarga pencinta bulu tangkis. Di waktu senggang, dia bersama ibu dan pembantunya kerap mengisi waktu dengan bermain badminton di depan rumah. Melihat bakat dalam diri si putri bungsu, orang tuanya mendaftarkan dia ke klub PB Pisok di Manado.

Pada 1997, dia hijrah ke klub PB Tangkas di Jakarta. Usianya 12 tahun ketika itu. Bagi seorang gadis kecil, sendirian dan jauh dari keluarga ibarat prahara. Tiap malam, Lilyana kenyang menangis. Kerap dia tergoda untuk menyerah dan kembali ke Manado.

Kala itu, Lilyana menjadi atlet paling kecil di klub. Para seniornya di klub, yang kebanyakan dari suku Batak, memanggilnya dengan nama kesayangan Butet.

Genap setahun merantau, Butet pulang ke Manado untuk berlibur. Suasana rumah yang hangat membuatnya enggan kembali ke Jakarta. Tapi ibunya dengan tegas melarang. "Mereka bilang sudah kepalang tanggung," Butet menirukan ucapan kedua orang tuanya.

Kerja keras gadis kecil itu tidak sia-sia. Dia dipanggil masuk
pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2002. Tujuh jam tiap hari Butet berlatih di hall bulu tangkis Cipayung. Dan mencatatkan prestasi demi prestasi.

Olahraga bulu tangkis mengalirkan penghasilan jumbo untuk Butet.
Rekening pribadinya berisi hingga miliaran rupiah. Kontrak per tiga bulannya di pelatnas saja mencapai Rp 100 juta. Kakaknya, Kalista Natsir, seorang dokter, sempat "iri". Dan siapa yang tidak?

Di usia semuda itu, dengan modal pendidikan hanya sekolah dasar, Butet mampu membeli mobil Nissan X-Trail. Dua pekan lalu, dia mendapat satu mobil Yaris sebagai bonus prestasi. Nona Manado ini berniat membeli sebuah rumah di Cibubur. "Penghasilanku lebih dari cukup," ujarnya.


Semua ini harus dibayar mahal dengan latihan ketat setiap hari yang kerap membosankan. Butet memupus rasa bosan dengan nonton film, jalan-jalan ke mal, atau makan di luar bersama kawan-kawannya.


Sesekali dia mengisi akhir pekannya dengan dugem atau bermain biliar. Ditemani secangkir kopi, Lilyana betah berjam-jam menyodok bola biliar. Dia juga gemar bermain game di komputer atau menonton televisi di kamarnya yang berukuran 4 x 4 meter persegi.


Liburan panjang dan Natal adalah saat yang amat dia nantikan. Butet pasti pulang kampung. Semua masakan Manado dilalapnya, termasuk sup tikus hutan. Dia menyimpan cita-cita menjadi seorang pelatih. Tapi memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.


"Sudah terlalu banyak ketinggalan kalau harus mulai dari awal,"
ujarnya. Dia menukarkan pendidikannya untuk bulu tangkis. Boleh jadi, tidak sia-sia: bulu tangkis membawa Lilyana Natsir menjelajahi dunia jauh sebelum usia 21

tim uber_ogah rok mini.

















yah walaupun agak telat, lebih baik telat khan dr pd gak sama sekali. Nie tanggapan Tim Uber INA waktu di suruh pake " ROK MINI YANG SUPER KETAT"

OGAH ROK MINI !!!

kejutan datang dari ketua umum PB PBSI Sutiyoso pada pertemuannya dengan seluruh atlet bulu tangkis beserta oficial dan pelatih, sutiyoso mengevaluasi permainan para Thomas-Uber Indonesia,, ia memberikan pujian pada tim uber indonesia, tapi memberikan koreksi pada tim Thomas indonesia,,, bla bla bla,,
langsung lanjut ke bagian inti

karena kita sudah berhasil melewati target mencapai final, maka dunia sudah mulai melirik kita sebgai tim yang cukup solid juga,, maka kita harus juga menjaga konsistensi bermain dan penampilan,,

masalah penampilan saya harapkan ada perubahan dari cara berpakaian tim putri. Kalian seharusnya mulai perlahan mengenakan rok super mini yang agak ketat ketimbang celana pendek ketika bertanding, hal ini sebagai upaya agar dunia melihat kita,, tidak hanya dari cara bertanding tetapi juga dalam soal penampilan.. oleh karena mulai dari sekarang kalian perhatikan cara berpenampilan kalian waktu dilapangan..

ditemui di tempat yang terpisah, ketika ditanyakan pendapat mereka atas pengumuman mengejutkan dari bang yos,, rata-rata pemain uber Indonesia menolak dengan tegas..

Lilyana natsir yang kerap disapa butet kala itu sedang bersama tandem nya, Vita marissa yang hendak bergegas pergi, ketika ditanyakan pendapat nya ia hanya menjawab dengan tegas tanpa bertele-tele "pilih menang atau cantik?" sedangkan vita marissa mengatakan "ya enggalah,, "supernya" itu loh mas!"

di tempat berbeda jo novita yang menjadi pasangan ganda putri bersama greysia polii hanya mengatakan "kayanya engga deh,, masalah jatoh nya pasti risih dan ga nyaman"

sedangkan pia zebadiah kontan berteriak "ogah deh,, mending langsung pake bikini aja sekalian mas,, tanggung kan!"jawabnya sambil tertawa

sedangkan untuk maria kristin, greysia polii dan beberapa pemain uber lainnya hanya mengaku terserah apapun keputusannya,, karena mereka semua selalu nyaman-nyaman saja jika menggunakan rok maupun celana ,,

pia_tommy putus














Pia Ingin Jadi Presenter

Selasa 16 Desember 2008, Jam: 19:58:00

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang turnamen bulutangkis Super Series Malaysia yang digelar Januari 2009, pebulutangkis Pia Zebadiah Bernadet, 19, tengah konsentrasi latihan di Klub Jaya Raya, Ragunan.

Keinginannya pada bidang profesi lain yakni sebagai presenter televisi. “Kalau ada kesempatan, saya ingin sekali jadi presenter teve,” harapnya.

Selama lima jam penuh masa latihan setiap hari harus dia dijalani. Pagi, mulai Pk.08:00 hingga 11:00 ditambah sorenya mulai Pk. 14:00-16:00.

“Saya ingin memberikan yang terbaik di Super Series kali ini setelah hanya menjadi runner-up di Piala Uber 2008, kemarin. Saya akan latihan lebih keras sebab waktunya tidak sampai satu bulan lagi,” kata Pia ketika Pos Kota menyambanginya saat latihan, Selasa (16/12).

Keberadaan Markis Kido, sang kakak, yang kini sedang berjuang di Final Super Series Kinabalu 2008, juga sangat memotivasi keinginannya guna meraih prestasi tertinggi di Malaysia nanti.

“Memang berat, tapi tidak ada kata menyerah sebelum dijalani,” tegas atlet kelahiran Medan, 22 Januari 1989 ini.

Latihan rutin baik menjelang ada maupun tidak ada even, bagi Pia suatu kewajiban hidup sejak memutuskan diri profesi atlet bulutangkis sebagai pilihan jalan hidupnya.

TAK BISA TIDUR
“Ketika saya harus memutuskan masuk asrama atlet di tahun 1998, mama sudah bilang, saya harus terima risiko, putus hubungan dengan semua mimpi pergaulan di luar sana dengan segala kebiasaan saya di rumah,” tutur juara SEA Games 2007 ini.

Pia mengaku, tiga malam pertama di asrama tidak bisa tidur! Dia sekamar dengan Gressia Polli. “Saya bingung dan hanya bisa nangis sepanjang malam,” kenangnya.

Hari berikutnya, Pia mencoba menerima kenyataan, bahwa dia bukan lagi berada di rumah, di tengah-tengah keluarga, atau di sekitar teman-teman sekolahnya.

“Saya ini di asrama, tugas saya latihan untuk meraih prestasi. Bukan hanya saya yang bernasib seperti ini, tapi juga teman-teman sebaya saya lainnya, bahkan ada yang datang dari luar pulau.

Kenapa saya harus cengeng? Ungkapan batin saya itulah yang memberikan motivasi agar mampu menyatu dengan situasi asrama atlet,” lanjut Pia.

Prestasi yang diraih sang kakak, Markis Kido, semakin membakar semangatnya.

Pun ketika dia harus menerima pengalaman pahit, putus hubungan dengan sang pacar, Tommy Sugiarto yang juga sesama atlet bulutangkis.

Pia mengaku sama sekali tidak sedih, justru semakin mendorongnya lebih semangat.

Dua tahun menjalin kasih dengan putra Icuk Sugiarto, akhirnya kandas tanpa sebab yang jelas. “Ketika Papa saya meninggal, saya sadar sebagai anak bontot harus bisa mencurahkan waktu luang pada Mama.

Selama ini, waktu luang saya gunakan untuk pacar. Saya ingin berteman aja.

Sampai kini kami tetap berhubungan baik dengan kapasitas pertemanan,” kata pemilik postur tinggi 161 cm dan berat 58 kg yang ingin menjadi presenter olahraga ini.








Selasa, 02 Desember 2008


Marleve minta nasehat Rexy, Pia memasak untuk kakaknya

Bermusuhan di dalam lapangan, bersaudara di luar lapangan. Itulah Marleve Mainaky, 36 tahun, pelatih tunggal putri tim Piala Uber Indonesia, dengan Rexy Mainaky, 40 tahun, pelatih tim Malaysia. Maklum, mereka berdua memang kakak-adik.

Marleve sempat tepergok mendatangi tempat latihan tim Piala Thomas-Uber Malaysia sebelum pelaksanaan turnamen. "Mau ketemu Rexy, sekalian curi-curi strategi," kata Marleve, malu-malu.

Menurut Marleve, kakaknya sering memberinya nasihat. "Di tim itu yang kuat si 'anu', mestinya kau harus begini, begitu," tutur Marleve, menirukan masukan dari sang kakak.

Rexy adalah panutan Marleve sejak awal kariernya sebagai pemain, akhir 1990-an. Minat Marleve membesar untuk menekuni dunia teplok kok setelah Rexy merebut medali emas ganda putra Olimpiade Atalanta 1996 bersama pasangannya, Ricky Subagja.

Minat Tommy Sugiarto menekuni dunia bulu tangkis mirip dengan Marleve. Pemain tunggal keempat tim Piala Thomas Indonesia itu ditulari oleh orang tuanya, Icuk Sugiarto-Nina Yaroh, yang sama-sama mantan pemain.

Ternyata, jalan yang dipilihnya tidaklah mudah. Nama besar sang ayah selalu menghantuinya di tiap kejuaraan. "Kok bapaknya juara dunia, anaknya tidak bisa?" ucap Tommy.

Untung sang ayah selalu mengerti jika Tommy merasa tertekan dengan kenyataan itu. "Papa terus kasih nasihat agar saya berusaha sekuat mungkin menunjukkan yang terbaik," katanya. Kini, pada usia 20 tahun, Tommy menjadi pemain termuda yang pernah memperkuat tim Thomas Indonesia.

Dukungan serupa juga diberikan Markis Kido, 23 tahun, ganda pertama tim Piala Thomas Indonesia, kepada adiknya, Pia Zebadiah Bernadet, 19 tahun, tunggal ketiga tim Piala Uber. Selain mereka, ada Bona Septano, adik Markis, yang menghuni Pelatnas Pratama.

Perhatian Markis begitu besar kepada Pia. "Uda (abang) sempat menjual mobilnya untuk membiayai saya ikut kejuaraan Super Series," tutur Pia. Hubungan mereka tambah dekat sejak ditinggal wafat sang ayah, Djumharbey Anwar, sekitar satu setengah bulan lalu.

Sementara Markis berkorban mobil, apa balas budi Pia kepada sang kakak? "Saya sering memasak mi instan untuknya," kata Pia sambil tertawa.

Kamis, 06 November 2008

Sejarah Perkembangan Internet

SEJARAH PERKEMBANGAN INTERNET


Minggu, 2007 November 25

Sejarah perkembangan internet
Internet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya. Pada awal diciptakannya, jaringan komputer dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer. Setelah angkatan bersenjata Amerika, dunia pendidikan pun merasa sangat perlu mempelajari dan mengembangkan jaringan komputer. Salah satunya adalah Universitas of California at Los Angeles (UCLA). Akhirnya tahun 1970 internet banyak digunakan di unversitas-universitas di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini. Agar para pengguna komputer dengan merek dan tipe berlainan dapat saling berhubungan, maka para ahli membuat sebuah protokol (semacam bahasa) yang sama untuk dipakai di internet. Namanya TCP (Transmission Control Protocol, bahasa Indonesianya Protokol Pengendali Transmisi) dan IP (Internet Protocol). Internet saat ini Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi. Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu dan dengan komponen tertentu saja. Tetapi saat ini orang yang berada dirumah pun bisa terhubung ke internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon. Selain itu, Internet banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga militer di seluruh dunia untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Di samping manfaat-manfaat di atas, internet juga memiliki efek negatif dikarenakan terlalu bebasnya informasi yang ada di internet. Sehingga memungkinkan anak-anak melihat berbagai hal yang tidak pantas untuk dilihat ataupun dibaca. Cara mengakses ke internet Bila di rumah kita tidak mempunyai komputer yang terhubung dengan internet, kita bisa memanfaatkan warnet (warung internet) atau mungkin di laboratorium komputer sekolah yang sudah terhubung ke internet untuk mencari informasi. Untuk mencari informasi atau data kamu bisa klik/tekan shortcut/gambar jika kamu menggunakan browser Internet Explorer. Kemudian isi alamat situs yang dituju pada Address. Untuk mencari informasi secara cepat, gunakanlah situs pencari seperti : yahoo.com, google.com, e-smartschool.com atau yang lainnya. Setelah masuk ke situs pencari tersebut, masukkan keyword (kata kunci) yang dicari