



"Kami sudah sepakat tak akan mengirim pemain ke Korea (Kejuaraan Asia), karena harus konsentrasi ke persiapan Sudirman," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, Kamis (19/3).
Ada alasan khusus mengapa hanya Kido/Hendra yang dikirim ke turnamen berhadiah 150.000 dollar AS itu. Peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut cukup lama beristirahat sehingga semangat bertanding mereka perlu dibangkitkan lagi sebelum tampil di Piala Sudirman.
Ya, Kido sempat dibekap cedera lutut yang memaksa Hendra juga ikut "menganggur". Alhasil, mereka harus melewati dua kejuaraan bergengsi baru-baru ini, yakni All England dan Swiss Terbuka Super Series.
"Sudah tidak ada turnamen lagi untuk bulan Mei (Piala Sudirman), jadi kami akan kirim mereka ke sana. Jika tidak, nanti mereka sama sekali tidak merasakan suasana bertanding sebelum tampil di Piala Sudirman," jelas Lius.
Bagi pemain tunggal putri Maria Kristin, yang juga batal ke Eropa karena cedera lutut kanan, akan mendapat kesempatan merasakan bertanding di India Terbuka pekan depan.
Sementara itu, pemain-pemain pelatnas lainnya berlatih mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dunia beregu campuran yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei itu.
"Praktis persiapannya hanya tinggal selama April saja," kata Lius yang pekan depan akan memimpin tim Indonesia mengikuti kejuaraan Grand Prix Gold India Terbuka. "Saya bersama 11 pemain berangkat Minggu (22/3) ke India," tambahnya.
Ditanya mengenai kemungkinan mengambil pemain dari luar pelatnas untuk tim Piala Sudirman, Lius mengatakan tidak tertutup kemungkinan.
"Ada beberapa usulan dari pelatih, tetapi masih perlu pemantauan. Pertimbangannya penampilan mereka bagaimana, perlu tidak (mengambil pemain dari luar)," kata Lius yang mengatakan ancaman untuk tim Indonesia tidak hanya datang dari tim China yang mengalahkan Indonesia pada final dua edisi terakhir, tetapi juga dari tim Korea, Malaysia, dan Denmark.

Bona Septano mengalami cedera saat bertanding dengan pasangannya, Moh Ahsan, pada babak kedua All England, Kamis (5/3) malam waktu Birmingham, melawan ganda Denmark, Kasper Henriksen/John Skovgaard.
Yang mengagumkan, meski cedera itu terjadi pada game kedua, ganda Merah Putih itu sukses mengalahkan lawannya dengan 12-21, 21-17, 21-14. " Kita masih harus melihat sampai besok pagi (Jumat sore WIB), apakah Bona bisa bermain di perempat final," kata pelatih ganda putra, Sigit Pamungkas, saat ditemui Kamis malam waktu Birmingham, di National Indoor Arena, Birmingham.
Masseur tim Indonesia, Moeljo Soedarmo Soegijat, masih optimis Bona bisa tampil. "Ada cedera lebih parah dari yang dialami Bona, dan si pemain masih bisa terus berlaga sampai final," kata Soegijat.
Bona sendiri, Kamis malam terlihat meringis saat berjalan menggunakan kruk, keluar dari ruang terapi. Kaki kanannya diperban.
