Minggu, 12 April 2009

fran kurniawan/pia zebadiah













Ketika Pasangan Baru Pelatnas Fran Kurniawan/Pia Zebadiah ''Berbulan Madu''
Waktu untuk Pasangan di Lapangan Kalahkan Waktu bagi Kekasih

Menjadi pebulu tangkis kelas dunia membutuhkan banyak pengorbanan. Sesi latihan menyedot hampir seluruh waktu. Itu dirasakan pula oleh pasangan baru ganda campuran Cipayung, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah.

-----

RAUT muka Fran Kurniawan tak lagi muram. Sejak medio Maret lalu, latihan pagi dan sore setiap hari di Pusat Bulu Tangkis PB PBSI Cipayung, Jakarta Timur, dilakoninya dengan sepenuh hati. Maklum, dalam waktu dekat, dia sudah harus turun ke turnamen Vietnam Challenge di Hanoi mulai 21-26 April nanti.

Kepastian mengikuti turnamen internasional itu tak lepas dari suksesnya mendapatkan pasangan di ganda campuran. Sejak pemanggilan ke pelatnas Februari lalu, Fran memang kesulitan menemukan "jodoh". Shendy Puspa Irawati yang menjadi partnernya saat masih membela PB Djarum Kudus lebih dulu menuju pelatnas melalui sektor ganda wanita bersama Meiliana Jauhari. PBSI pun mengambil kebijakan untuk memfokuskan Shendy pada sektor tersebut karena minimnya pemain di sana.

Praktis, hampir tiga bulan Fran terkatung-katung. Alih-alih jadwal turnamen, pasangan yang digandengnya belum jelas. Nasibnya baru berubah ketika pemain tunggal wanita, Pia Zebadiah, memutuskan beralih ke nomor ganda campuran sekitar dua minggu lalu. "Akhirnya saya dapat 'istri' hingga kesempatan bertanding terbuka lagi," tutur Fran yang baru saja berulang tahun ke-24, tepatnya 1 April lalu.

Dia tak menyangka jika Pia akan menjadi pasangannya. "Saya pernah berkata dalam hati, asyik juga pasangan sama Pia ketika latihan iseng bersama. Itu sebelum Pia pindah ke ganda campuran," ungkap Fran.

Apalagi, jika dibandingkan tiga ganda campuran lain pada lapis kedua pelatnas, Fran mendapatkan pemain paling matang. Bandingkan dengan Muhammad Rijal yang sebelumnya berpasangan dengan Vita Marissa. Dia harus memulai langkah awal bersama Debby Susanto yang masih sangat muda. Begitu pula dengan Tantowi Ahmad yang digandengkan dengan Richi Dili Puspita.

Senada dengan Fran, Pia juga cukup gembira bisa langsung mendapatkan pasangan yang cocok di lapangan maupun di luar lapangan. "Tidak tahu kenapa, tapi soul-nya langsung dapet. Tapi, kami tidak boleh terburu-buru berkesimpulan karena belum diuji pada pertandingan sesungguhnya," terang Pia.

Pia memutuskan untuk pindah nomor karena prestasi di tunggal wanita kurang maksimal. Adik kandung juara Olimpaide 2008 Beijing ganda pria Markis Kido itu harus puas angkat koper pada putaran pertama di All England dan Swiss Terbuka Super Series Maret lalu.

Setelah berkonsultasi dengan keluarga dan pelatih tunggal wanita Marlev Mainaky, gadis kelahiran Medan itu pun membulatkan tekad pindah ke ganda campuran.

"Ternyata, lebih enak di lapangan berdua daripada tampil sendirian," kelakarnya. "Keluarga kami makin menguasai nomor ganda Cipayung bukan?" imbuhnya. Dua kakaknya memang lebih dulu mendiami ganda pria, Kido dan Bona Septano. Bahkan, saat Pia masih berjuang sebagai tunggal wanita ketiga di pelatnas, Kido sudah menjadi nomor satu bersama Hendra Setiawan dan Bona di lapis kedua bersama Mohammad Ahsan.

Dua pekan terakhir, Fran dan Pia rela menghabiskan waktu bersama di lapangan latihan Cipayung dari Senin pagi hingga Jumat sore. Mereka didampingi langsung oleh Richard Mainaky. "Kalau dihitung-hitung, waktu bersama Pia lebih banyak daripada saya bareng pacar," gurau Fran.

Fran memang hanya menyisakan Sabtu-Minggu untuk Alin Trisuci, cewek yang dipacarinya sejak lima tahun silam. Pia pun tak terlalu merasa kesepian setelah tak lagi jalan bareng Tommy Sugiarto.

Tantangan keduanya cukup berat. Meski menjadi pasangan baru, mereka diharapkan dapat menjembatani ganda campuran setelah skenario yang disusun Richard buyar seiring mundurnya Vita. Bukan tidak mungkin mereka menjadi ganda campuran ketiga tim nasional Piala Sudirman 2009.

Tidak ada komentar: