Kamis, 02 April 2009

Pelatnas bulutangkis cipayung














Pelatnas PBSI Cipayung, tempat latihan atlet-atlet bulutangkis nasional yang selalu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia internasional, kini semakin representative.

Apalagi, seluruh Pengurus Besar (PB) PBSI yang sebelumnya berkantor di Wisma Karsa Pemuda Senayan, pindah menempati bangunan yang didirikan mantan Ketua Umum PB PBSI Try Sutrisno dan diresmikan Presiden Soeharto tahun 1992.

Di atas lahan 4 hektar, Pelatnas Cipayung memang agak sulit dijangkau. Melewati gang-gang sempit dan pintu gerbang yang dijaga ketat oleh tenaga keamanan.

Sebuah bangunan yang cukup panjang berlantai 2, merupakan gedung utama, masing-masing berfungsi sebagai tempat latihan, kantor dan asrama atlet.

Secara fisik, tidak ada yang menonjol dari tampilan gedung tersebut. Bahkan dilihat dari luar, tak ubahnya seperti gedung sekolah yang sederhana.

Namun, halaman yang cukup luas dengan penataan taman yang asri, membuat pemandangannya cukup menyenangkan, ditambah lagi pohon-pohon rindang di sisi pagar, tempat burung-burung bercengkerama.

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke areal ini. Harus melapor dulu ke pos. Harus jelas, mau ketemu siapa, sudah janjian apa belum? Maklum, di dalam lingkungan pelatnas, terkadang banyak barang-barang atlet yang tergeletak saat mereka sibuk latihan.

Jadi, perlu pengawasan dan tingkat pengamanan yang tinggi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

28 KAMAR
Menurut Abu Kasim Sangadji, Kassubid Pemeliharaan dan Inventarisasi PB-PBSI, terdapat 21 lapangan yang setiap hari digunakan latihan para atlet bulutangkis. Lapangan tersebut katanya, selalu dijaga petugas kebersihan agar tetap bersih.

Orang tidak bisa sembarangan berlalu-lalang di areal lapangan, sekalipun sedang tidak digunakan.

Dengan jumlah lapangan tersebut, Pelatnas Cipayung hingga kini mampu menjadwal latihan para atlet dengan baik dan maksimal.

Sedangkan jumlah kamar di asrama katanya, sebanyak 28, masing-masing 14 untuk putra dan 14 untuk putri.

Selain itu, terdapat sebuah asrama lagi, yaitu asrama Wiramustika yang digunakan untuk atlet-atlet daerah yang sedang mengikuti seleknas.

“Asrama putra dan putri memang dipisahkan. Tapi, mereka bisa bertemu di aula besar yang biasanya digunakan untuk makan dan bersantai,” kata Sangadji kepada Pos Kota.

Fasilitas lain, terdapat ruang fitness, terapi dan pijat, klinik, biliar, dan alat-alat band.

Di luar gedung, juga disediakan sebuah lapangan sepakbola dengan ukuran standar. “Terkadang para atlet dan penghuni pelatnas lainnya suka main bola.

Lewat sepakbola bisa merekat keakraban dan kebersamaan antara sesama penghuni pelatnas, mulai dari atlet, staf, pelatih dan pekerja,” imbuh Sangadji lagi.

BISA MAKSIMAL
Untuk menunjang kebugaran fisik para atlet, disamping disediakan ruang fitness, juga terdapat ruang latihan lari yang diisi dengan pasir. “Atlet seperti sedang berlari di atas pasir pantai. Ini untuk menunjang kekuatan dan ketahanan kaki mereka,” terangnya.

Bahkan ada kabar KONI Pusat akan memberikan bantuan untuk membangun sebuah kolam renang di areal pelatnas. Namun, rencana pembangunan kolam renang tersebut dibantah oleh Sangadji.

“Untuk apa dibangun kolam renang. Lagi pula kami belum mendengar tentang rencana itu,” bantahnya.

BISA NGEBAND
Pebulutangkis Maria Kristin mengatakan fasilitas di Pelatnas Cipayung sudah memadai. Cidera yang dialaminya bukan karena faktor fasilitas, melainkan murni gangguan pada lututnya.

“Lantai hall-nya cukup baik, tidak licin, hingga bisa menjaga keseimbangan tubuh. Hanya saja kalau bisa, suhu di hall mestinya dibuat dingin. Bisa nggak ya, kalau di hall juga diberi alat pendingan seperti AC?” kata pemain asal Klub Djarum itu.

Menurut Maria, jika temperatur tempat latihan dibiasakan dingin, itu akan sangat membantu atlet untuk menyesuaikan suhu di tempat turnamen-turnamen luar negeri.

“Karena di setiap turnamen, lapangannya selalu ber-AC. Sedangkan kita terbiasa latihan di tempat non AC. Sedikit banyak ada pengaruhnya, khususnya bagi saya,” ujar Maria.

Fasilitas lain yang mendapat perhatiannya adalah, tempat latihan jalan berpasir. “Jarak dan kedalamannya sudah pas. Tapi, selama ini terlihat agak kotor. Jadi, perlu dibersihkan sehingga kita semakin enjoi berlari di tempat itu,” tambah Maria.

Puas juga disuarakan Markis Kido, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. “Saya senang ada peralatan band di sini. Habis latihan, kita nyantai sambil main musik dan nyanyi-nyanyi.

Fasilitas ini cukup membuat kita dengan cepat menghilangkan rasa lelah,” aku Kido yang suka memainkan drum dan menyanyi itu.

Dia juga mendukung jika ada rencana untuk membangun fasilitas kolam renang di lingkungan pelatnas Cipayung.

“Wah, itu bangus banget. Sebab kolam renang banyak manfaatnya, terutama jika ada yang mengalami cedera. Bisa dibuat latihan terapi. Selama ini jika ada yang mengalami cedera, terpaksa nyari kolam renang di tempat lain. Jaraknya cukup jauh dari sini,” katanya.

1 komentar:

saia BL ktistinerz mengatakan...

rencana aku mau ke pelatnas ni bulutangkis ni tapi kagak ngerti alamt pastinya taunya cuman di cipayung , bagi alamat ya ? BTW anak anak pelatnas mau buka puasa bareng ya tanggal 7 besok , bener gak tu ?